Minggu

Halimah Alaydrus: KECERDASAN SAYYIDINA ALI RA

Halimah Alaydrus: KECERDASAN SAYYIDINA ALI RA: RasulAllah SAW seringkali memuji sahabatnya atas hal yang berbeda-beda. Abu bakar RA misalnya, dipuji beliau atas keimanan yang kuat meng...

Kamis

Tips Menyaksikan Meteor di Agustus ini

Bulan Agustus ini bakal terjadi fenomena langit langka yaitu hujan meteor Delta Aquarids dan Perseid. Delta Aquarids sudah mencapai puncaknya akhir Juli lalu, dan yang muncul pada bulan Agustus hanya ‘sisanya’. Tapi Perseid, ia baru akan mencapai puncaknya pada 11-14 Agustus 2016. Saat itu ada sekitar 100-200 meteor/jam yang dapat kamu lihat di arah timur laut.
Nah, sebelum kamu menyaksikan, sebaiknya kamu ikuti tips-tips ini:

Pilih lokasi yang cerah, gelap, dan bebas polusi udara

hujan meteor
Foto berasal dari sini
hujan meteor
Cahaya meteor akan terlihat sangat jelas di kegelapan. Tempat-tempat ketinggian dan sepi seperti gunung, laut, dan bukit adalah tempat yang tepat untuk menyaksikan hujan meteor.

Lokasi yang mempunyai medan pengamatan yang luas jauh lebih baik

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Akan lebih baik lagi jika lokasi pengamatan mempunyai medan yang lapang. Di Jawa Tengah misalnya nih di Gunung Prau, atau jika ingin di pantai Pantai Siung di Jogja juga bisa Kamu coba. Pasti bakal indah banget!

Wajib hukumnya melihat hujan meteor dengan mata telanjang

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Kalau menurut ahli meteorologi, lebih baik melihat dengan mata telanjang karena ketika hujan meteor terjadi, kita tidak dapat memprediksi dari mana arah jatuhnya meteor.

Rekomendasi tempat: hujan meteor akan terlihat sangat indah jika kamu menyaksikannya di Karimunjawa

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Titik radian hujan meteor Perseid akan terlihat pada ufuk timur laut rasi bintang Perseus. Karimunjawa dianggap tempat paling tempat untuk menyaksikan hujan meteor. Bayangkan bersantai di pantainya sambil memandang cantiknya hujan meteor, mungkin itu akan jadi pengalaman hidup yang sulit terulang.

Siapkan cemilan dan teman-temannya

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Jangan lupa bawa pengganjal perut, siapa tahu kamu kelaparan tengah malam. Melihat hujan sambil camping lebih seru sih.

Sebaiknya melihat hujan meteor dengan posisi telentang

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Pengamatan hujan meteor butuh waktu yang cukup lama dengan posisi menengadah melihat ke atas. Nah, mengamati sambil tidur telentang akan membuatmu lebih mudah melihat langit luas....awas ntar kejatuhan ,,whahaha

Pakai jaket biar nggak kedinginan

hujan meteor
Foto berasal dari sini
Buat kamu yang jomblo, pakai jaket dua lapis ya. Biar tubuh kamu hangat. Kalau yang udah punya pasangan, jaket tipis pun nggak masalah. Kan sudah ada yang menghangatkan....cieeeee awas hamil...

Usahakan mengajak pasangan, kalau sendirian nanti nggak ada yang meluk dari belakang

star_gazing_couple.jpg

Foto berasal dari sini
Yang belum punya pasangan mungkin bisa minta tolong warga sekitar kalo ngak minta ditemani penunggu sekitar,, hahaha

jangan lupa uluk salam lantaran didunia ini selain manusia ada juga makhluk lain yg menghuni bumi ini...

Gunung yg sebaiknya dihindari saat 17 agustus nanti

Setiap tanggal 17 Agustus, sebagian pendaki gunung dan traveler di Indonesia, banyak yang memilih gunung untuk melangsungkan upacara bendera.  Bagi sebagian yang lain, perayaan 17 Agustus di puncak gunung adalah momen ‘syahdu’ yang ditunggu-tunggu, momen untuk kontemplasi, merenung.
Bagi Kamu yang ingin menyendiri, menenangkan diri ataupun sekadar merenung, hindari gunung-gunung ini:

Gunung Semeru

17 agustus di gunung
Kalimati di penuhi pendaki. Foto berasal dari sini
Sudah pasti Semeru akan ramai. Bukan hanya pendaki gunung, mereka yang “bukan anak gunung” pun akan ikut serta meramaikan momen 17’an ini. Sebagai alternative, kamu bisa mendaki gunung Jawa timur lainnya seperti gunung Lemongan atau Liman.

Gunung Prau

17 agustus di gunung
Lautan manusia, adakah foto kalian di sana? 17 Agustus 2015. Foto berasal dari sini
Ketinggian Gunung Prau yang hanya setinggi 2565 memang menjadi idola semua orang.  Trek yang mudah dan pemandangan luar biasa indah menjadi alasannya. Lihat saja foto di atas, itu gunung atau pasar ya? Mau turun gunung saja, harus antri. Mau buang air kecil saja, harus nyari tempat yang jauh dan sepi dari orang. Masih mau mendaki gunung prau saat 17 Agustus?

Gunung Lawu

17 Agustus di gunung
Upacara 17 Agustusan di Gunung Lawu tahun lalu. Foto berasal dari sini
Medan pendakian yang cukup ringan dan akses transportasi yang mudah menjadi alasannya. Mereka yang berdomisili di Solo, Madiun, dan sekitarnya, akan memilih 17 Agustusan di gunung ini.

Gunung Merapi

17 Agustusan di gunung
Pasar Bubrah, lokasi 17 Agustusan di Gunung Merapi. Foto berasal dari sini
Nah, bagi warga Semarang, Solo, Yogyakarta, gunung Merapi adalah gunung yang tepat untuk 17 Agustusan. Pada waktu Weekend saja Pasar Bubrah dipenuhi orang, apalagi besok saat 17 Agustus.

Gunung Merbabu

17 Agustus di gunung
Gunung Merbabu juga sebaiknya kamu hindari. Foto berasal dari  www.tngunungmerbabu.org
Tahun 2015 lalu, upacara 17 Agustus juga dilakukan di puncak Kenteng Songo, Merbabu. Daripada kamu upacara dalam keadaan yang ramai, tidak khidmat, lebih baik mencari alternatif gunung atau tempat lain untuk upacara.

Gunung Pangrango

17-agustus-di-gunung2
Upacara 17 Agustus di Gunung Pangrango. Foto berasal dari sini
Kalau kamu mendaki di Gunung Pangrango, sudah pasti “Kandang Badak” ramai dengan tenda warna-warni dan pendaki. Kalau nggak ingin terlalu ramai, kamu bisa mengalihkan pendakian ke Gunung Salak atau Gunung Ciremai.

Gunung Papandayan

17 Agustus di gunung
Deretan tenda memenuhi Pondok Saladah Gunung Papandayan pada 2014 silam. Foto berasal dari sini
Tren pendakian yang masih ramai sampai sekarang, membuat orang-orang awam berbondong-bondong mengikuti tren ini. Nggak perlu gunung yang tinggi, yang terpenting bisa berfoto dengan latar gunung. Momen 17 Agustus ini juga akan mereka manfaatkan untuk mengukir kenangan. Nah, gunung yang tidak begitu tinggi akan menjadi sasaran seperti Gunung Papandayan.
***
Fenomena pendakian memang sangat luar biasa. Seolah tidak ada hentinya, banyak orang berbondong-bondong mendaki. Ketujuh gunung di atas memang menjadi incaran para pendaki untuk menggelar upacara 17 Agustusan. Tapi, tidak menutup kemungkinan semua gunung khususnya di Pulau Jawa akan ramai di penuhi pendaki. ...... 17 agustus kita hormati jasa dari perjuangan pahlawan kemerdekaan yg telah berjuang demi bangsa ini.... MERDEKAAAAA

Dasar Susur Gua Yang Perlu Diketahui



susur gua
Foto oleh Newyorker
Disaat mendaki gunung menjadi petualangan yang semakin mainstream dan mulai membosankan untuk dilakukan, rafting di sungai dan susur pantai juga terlalu biasa untuk kamu jajal, rasanya kamu harus coba jenis petualangan lain yang benar-benar baru dan jarang orang tahu.
Susur gua  bisa kamu coba sebagai alternatif kegiatan alam bebas. Apanya yang menarik dan menantang dari susur gua? Paling kita cuma jalan-jalan menelusuri lorong gelap yang sudah diberi penerangan oleh pihak pengelola, sambil melihat-lihat stalaktit dan stalakmit yang indah. Atau kalau kebetulan gua yang dikunjungi cukup bersejarah, mungkin kita bakal bertemu arca-arca batu atau lukisan dinding kuno peninggalan manusia prasejarah.
Kalau kamu berpikir demikian, mungkin kegiatan yang kamu maksud adalah wisata gua-gua cantik yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas pembantu untuk memudahkan turis berkeliling di dalam gua.
Susur gua yang saya maksud di sini, yang seperti di film “Sanctum” itu lo, yang ceritanya mengekplorasi dan memetakan sistem gua vertikal yang sangat dalam, kamu yang sudah pernah nonton pasti tahu sensasi petualangan menantang yang ada dalam film tersebut, dan minimal sudah terbayang sedikit gambaran tentang petualangan susur gua yang saya maksud.
Bagi yang sama sekali belum tahu tentang susur gua, 7 hal di bawah ini mungkin akan memberikan sedikit pencerahan tentang kegiatan alam bebas yang cukup ekstrim ini.

1. Menikmati keindahan perut bumi dan merasakan kegelapan abadi

Caving bukan petualangan alam bebas populer yang terkenal di kalangan masyarakat umum layaknya kegiatan mendaki gunung atau panjat tebing. Jika daki gunung atau panjat tebing membawa kamu untuk melihat pemandangan indah dari tempat-tempat tinggi, caving akan membawamu menelusuri lorong-lorong sempit di bawah tanah untuk menikmati keindahan alam yang berbeda dengan kegelapan abadi yang tersimpan di dalam perut bumi. Kenapa disebut kegelapan abadi, chamber-chamber dalam gua yang berada jauh di bawah tanah tak pernah mendapat paparan cahaya mentari secara langsung, sehingga sepanjang waktu hanya kegelapan lah yang ada di sana.
Apa yang bisa kita lakukan dalam gelap? Nyaris tak ada, kegelapan akan membuat pergerakan kita terbatas, maka dari itu, untuk melakukan aktivitas susur gua, kamu perlu headlamp sebagai alat bantu penerangan. Selain itu, kamu juga butuh banyak perlengkapan safety seperti pelindung kepala (helm), pakaian sesuai yang tahan air atau mudah kering (biasanya ada wearpack khusus), sepatu khusus, peralatan P3K, dll.

2. Dua tipe gua yang memberikan sensasi berbeda saat dijelajahi

Ada 2 tipe gua yang biasanya dijelajahi para penelusur gua, yakni gua horizontal dan gua vertikal. Kegiatan wisata gua seperti yang tadi telah dibahas memang termasuk juga ke dalam aktivitas caving, gua-gua yang jadi tempat wisata biasanya bertipe gua horizontal yang cukup mudah untuk dijelajahi oleh para pemula sekalipun. Namun banyak juga gua-gua horizontal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, misalnya gua yang memiliki celah-celah sempit atau gua yang memiliki aliran air yang memerlukan peralatan diving untuk bisa masuk kedalamnya.
Berikutnya ada tipe gua vertical yang menjadi primadona dalam dunia caving. Gua tipe ini biasanya berupa lubang vertikal yang masuk cukup dalam ke bawah tanah, untuk dapat menjelajahi gua seperti ini, kamu harus punya peralatan SRT (Single Rope Technique) dan menguasai teknik penggunaannya. Maka dari itu, penelusuran gua vertical tidak bisa dilakukan sembarang orang, jika kamu masih pemula dalam dunia susur gua, kamu perlu mengikuti pelatihan khusus terlebih dahulu dari para penelusur gua professional. Catatan : gua vertikal terdalam di dunia adalah Krubera Cave (-2.197 m) yang ada di Georgia.

3. Bergelantungan di ketinggian dan menitipkan keselamatan kita hanya pada seutas tali di tengah kegelapan

Bagi yang belum pernah mencoba aktivitas susur gua, istilah SRT ini pastinya bakal terdengar asing di telinga. Deskripsi singkatnya mungkin seperti ini, SRT atau Single Rope Technique adalah satu cara atau teknik yang biasa digunakan untuk kebutuhan naik dan turun saat melakukan aktivitas alam bebas dengan hanya menggunakan satu tali saja (dibantu dengan peralatan lain tentunya). Bukan hanya dalam kegiatan caving saja, teknik ini juga sering digunakan dalam aktivitas alam bebas lainnya seperti canyoning, panjat tebing, panjat pohon, ataupun untuk kebutuhan pekerjaan bangunan tingkat tinggi. Peralatan yang dibutuhkan untuk SRT meski nampak serupa dengan peralatan rock climbing, namun kenyataannya sangat jauh berbeda. SRT set antara lain terdiri dari seat dan chest harness, peralatan ascender (untuk naik) seperti chest ascender atau croll dan jummar, peralatan descender (untuk turun) seperti figure of eight, kemudian ada mailon rapide (MR), cows tail, foot loop, serta peralatan kelompok seperti tali kernmantle, ladder, padding, dan carabiner. Untuk informasi lebih lengkap tentang peralatan SRT silahkan kunjungi halaman ini.
Ribet ya? Tapi inilah yang menjadi salah satu keseruan dari kegiatan penelusuran gua, bisa bergelantungan di ketinggian dan menitipkan keselamatan kita hanya pada seutas tali di tengah kegelapan pastinya bakal memberikan pengalaman menarik yang jarang orang punya.  Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana praktek dari SRT ini, bisa dilihat dari video berikut ini.

4. Indonesia punya banyak destinasi untuk Susur Gua

Sudah bukan rahasia lagi jika negara kita tercinta ini punya beragam kekayaan dan keindahan alam yang super banyak, tak terkecuali gua-gua indah yang tersembunyi di dalam perut bumi Ibu pertiwi. Gua-gua di Indonesia biasanya terdapat di daerah karst seperti yang terdapat di kawasan Gunung Sewu dengan Gua Jomblang-nya yang begitu terkenal, atau di kabupaten Maros dengan gua Leang Pute yang merupakan salah satu gua terdalam di Indonesia. Selain 2 destinasi tersebut, masih banyak gua-gua lainnya yang bisa kamu jelajahi, bahkan banyak sekali diantaranya yang belum terjamah dan terpetakan.

5. Hewan yang ditemui dalam gua seringkali punya bentuk unik

Dengan karakteristik habitat yang berbeda dari permukaan, ditambah tak adanya sinar matahari, pemandangan alam di dalam gua pastinya merupakan sesuatu yang berbeda dibanding dengan pemandangan sehari-hari yang kita lihat. Maka dari itu, jangan heran jika saat melakukan penelusuran gua, kamu bertemu dengan hewan-hewan aneh dengan bentuk yang unik dan tak biasa.

6. Termasuk salah satu olahraga paling ekstrim di dunia

Kadangkala, beberapa gua bisa merupakan sebuah system aliran air atau sungai bawah tanah, maka dari itu para penelusur gua seringkali harus melakukan penyelaman untuk terus mengeksplore dan memetakan seluruh system gua tersebut. Penyelaman dalam gua (atau lebih dikenal dengan istilah cave diving) merupakan salah satu aktivitas alam bebas yang paling berbahaya di dunia. Banyak sekali resiko mematikan yang sering mengintai para penyelam gua, lihat saja dalam film Sanctum, salah satu adegan kematian dalam film tersebut terjadi saat tengah melakukan penyelaman. Dalam cave diving, kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian, maka dari itu, kegiatan ini tak bisa dilakukan sembarang orang.

7. Aturan penting Susur Gua

Seperti kegiatan alam bebas lainnya, susur gua juga punya aturan penting yang harus dipatuhi oleh para caver di seluruh dunia. Aturan ini kurang lebih dimaksudkan sebagai upaya menjaga kelestarian kondisi alam di dalam gua, karena ekosistem di dalam gua merupakan lingkungan yang sangat sensitive terhadap perubahan dan gangguan yang dibawa oleh para penelusur gua. Maka dari itu, jika kamu berniat untuk mencoba susur gua, pahami dulu aturan ini

https://youtu.be/9MoWGyrzBUw